Penyerahan PKH Kukar Tahap Ke 3 Berjalan Lancar
TENGGARONG. Bantuan
Sosial Non Tunai, Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke 3 tahun 2017 dari
Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indinesia (RI), kembali berjalan di Kutai
Kartanegara (Kukar), kegitan berlangsung di Pendopo Odah Etam belum lama ini,
dan di hadiri langsung oleh Direktur Perlindungan Bencana Sosial Alam (PSKBA)
Kemensos RI, Adhy Karyono, Kepala Cabang BRI Tenggarong, Sumarto, Wakil Bupati
(Wabup) Kukar, Edi Damansyah, serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kukar.
Adhy Karyono, mengatakan
PKH ini merupakan program prioritas dari periseden sejak presiden SBY sampai
Jokowi progam ini berjan dengan baik, untuk di kukar ini sudah 9 ribu 3 ratus
keluarga penerima PKH ini, ternya itu masih kurang.
“Kalau kita melihat dari
angka kemiskinan di sini sudah mencapai 35 ribu berarti ini belum mencukupi,
kemungkinan tahun depan akan kita tambah lagi” katanya.
PKH ini tidak semua
orang tidak mampu mendapatkannya ada, untuk mendapatkan PKH ada Syaratnya,
yaitu ibu yang produktif, yang kondisinya sedang hamil, menyusui, mempunya anak
balita, serta punya anak yang masih sekolah.
“Bagi ibu-ibu yang
memilik anak yang bersekolah, itu tidak hanya sekolah akan tetapi absensi
kehadidanya harus minimal 85 persen, itu menjadi tuga ibu-ibu untuk menjaga
kehadiran anaknya di sekolah, kalo tidak kita akan gagalkan karena tidak
memenuhi syarat, lalu bagi ibu-ibu yang memiliki anak balita, hamil dan
menyusui itu memeriksakan kesehatanya kelayanan kesehatan bukan yang lain”. ungkap
Adhy.
Adhy juga menambahkan
pada bulan November nanti akn ada lagi pembayaran untuk tahap ke 4 PKH.
“Di bukan November nanti
kami akan mulai lagi untuk pembagian tahap ke 4 yang juga merupakan pambagian
terakhir PKH 2017 ini” paprnya
Sementara menurut Edi
Damansyah pemerintah kukar berkomitmen, bagaimana PKH ini bisa berjalan baik
dan lancar di Kukar ini, dan pemeritah terus melakukan Update data kemiskinan
di Kukar.
“Kita ingin bagaimana
193 desa ini setelah menerima kartu PKH bisa terlayani dengan baik, dan
keluarga yang mendapatkan PKH ini jangan sampai merasa ketergantungan, jadi
kita akan arahkan lewat Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
untuk meberikan motivasi dengan memberikan pelatihan-pelatihan bagi pemerima PKH
ini” terangya
Kepala Dinsos. Ir. Didi
Ramyadi, menjelaskan, PKH adalah Program perlindungan sosial melalui pemberian
bantuan sosial masyarakat kepada Keluarga Penerima Manfaat, selama
keluarga tersebut memenuhi kewaibanya.
“PKH diarahkan untuk
membantu keluarga tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan kesehatan,
selain memberikan kemampun kepada keluarga untuk meningkatkan pengeluaran
komsumsi, dalam jangka panjang, PKH diharapkan dapat memutus mata rantai
kemiskinan antar generasi” teranya
Dana bantuan PKH
bersumber dari APBN Pusat melaluli DIPA Kemensos RI, dengan jumlah bantuan
sebesar 1 juta 890 ribu, per tahun per keluarga.
“dibagikan dalam 4
tahap, tahap 1 sampai dengan tahap 3 sejumlah 500 ribu dan untuk tahap ke 4
nanti sebesar 390 ribu” ujar Didi. aji/poskotakaltimnews.com